Menurut Kantor Berita ABNA, Ahmad Ali Matar pemuda 18 tahun warga kota Qutaif Arab Saudi meninggal dunia setelah diterjang timah panas dari petugas kepolisian Arab Saudi.
Tindakan brutal satuan kepolisian tersebut dipicu aksi demonstrasi Warga Qutaif yang menentang kebijakan pemerintah setempat yang melarang segala bentuk aksi demonstrasi di wilayah tersebut. Ahmad Ali Matar bersama 7 korban luka-luka lainnya berjatuhan setelah diterjang tembakan peluru tajam oleh pihak kepolisian yang berupaya menghentikan aksi unjuk rasa yang semakin meluas tersebut.
Pihak pemerintah setempat membenarkan tewasnya satu orang demonstran pasca penyerangan oleh pihak kepolisian tersebut. Sementara juru bicara kepolisian secara resmi menyatakan penembakan yang dilakukan pihak kepolisian tersebut telah sesuai prosedur sebab telah didahului dengan upaya memberi peringatan terlebih dahulu. Kepolisian Arab Saudi menegaskan pihaknya juga tidak menghendaki adanya pertumpahan darah.
Kota Qutaif adalah satu dari dua kota terbesar tempat bermukimnya warga Syiah Arab Saudi sejak bulan Februari tahun 2011 memulai aksi unjuk rasa menuntut perubahan di negara yang memberlakukan sistem politik konservatif tersebut.